Konata Izumi Dancing かぼちゃ!!

Sunday, 20 January 2019

Tugas Prakarya Labu - Kerajinan Fiberglass

Pengertian Kerajinan Fiberglass

Fiberglass
Fiberglass adalah bahan dasar pembuatan kerajinan tangan yaitu berasal dari kaca yang masih berupa cair kemudian diolah menjadi serat serat yang tipis. Kemudian serat yang tipis tadi dicampur dengan resin dan katalis maka akan menjadi suatu bahan yang kuat dan digunakan untuk membuat kerajinan.

Macam Macam Kerajinan Dari Fiberglass

Pameran kerajinan diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas bentuk kerajinan. Dalam pameran para perajin diharapkan bisa saling bertukar pikiran dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas produknya. Bagi para perajin kerajinan fiberglass adalah sangat penting mengikuti sebuah festival pameran kerajinan. Selain dapat bertukar ilmu pengetahuan sesama perajin, para perajin kerajinan dari fiberglass juga berkesempatan mengenalkan hasil kerajinan fiberglassnya.
Bagi para pengunjung, dengan mengunjungi festival pameran kerajinan akan menjadikan ilmu pengetahuan akan kerajinan semakin bertambah. Karena ketika mengunjungi pameran kerajinan, kita menjadi tahu tentang bahan dasar suatu kerajinan, cara dan tehnik pembuatannya serta keindahan hasil karya kerajinan. Pada pameran kerajinan banyak sekali didapatkan berbagai macam kerajinan dari fiberglass. Berikut adalah beberapa contoh kerajinan dari fiberglass yang sering dapat ditemukan pada festival pameran kerajinan.

Kerajinan Fiberglass Aksesoris

Asesoris yang terbuat dari bahan fiber ini biasanya menggunakan resin buram. Sebagai contoh aksesoris yang dapat dibuat dari bahan fiber ini adalah bros, gantungan kunci, piala, asbak dan lain lain. Untuk menghasilkan kerajinan dari fiberglass yang lebih bagus, biasanya para perajin fiberglass aksesoris memadukan bahan pembuat kerajinan dengan kerang

Kerajinan Fiberglass Miniature

Selain kerajinan dari fiberglass yang berupa aksesories, ada juga kerajinan fiberglass yang berupa miniature atau tiruan suatu benda. Miniature yang terbuat dari fiberglass di buat sangat rapi, sehingga terlihat sama persis dengan bentuk benda aslinya. Adapun contoh benda miniatur yang terbuat dari fiberglass antara lain miniature pohon, miniature hewan, miniature kapal, miniature pesawat, dan lain sebagainya.

Kerajinan Fiberglass Pelengkap Bangunan Rumah

Dalam sebuah pameran kerajinan, juga akan banyak terdapat contoh model pelengkap bangunan rumah yang terbuat dari bahan fiberglass seperti kanopi piintu dan jendela yang dibuat dari bahan fiberglass. Dan bentuknya juga semakin bervariasi.

http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-fiberglass.html?m=1

Sunday, 13 January 2019

Tugas Prakarya Labu - Produk Kerajinan Plastisin (buah & sayur)


Image result for Kisaran harga produk plastisin


Sayur dan Buah dari Plastisin 

Alat dan Bahan :

1) Plastisin (warna-warni)     :  RP 5.000,00
2) Gunting                             :  RP 5.000,00
3) Stik es krim                       :  RP 3.000,00
4) Kertas karton                     :  RP 3.000,00
5) Kawat                                :  RP 2.000,00

Kisaran harga total : RP 18.000,00


Cara membuat :

1) Ambil plastisin dan bentuk lah seperti sayur dan buah (contoh : terong, tomat, jagung) dengan menggunakan gunting dan stik es krim.

2) Potong kertas karton berbentuk persegi kecil dan tutupi dengan plastisin, lalu tempelkan dengan plastisi yang sudah dibentuk tadi.

3) Produk plastisin telah jadi. Yeayy 
















Tugas Prakarya Labu - Kerajinan Gips

Kerajinan Gips
Gips merupakan bahan mineral yang tidak larut dengan air dalam waktu yang lama jika sudah menjadi padat. Kandungan gips terdiri dari jenis zat hidrat kalsium sulfat dan beberapa mineral seperti: karbonat, borat, nitrat, dan sulfat yang dapat terlepas sehingga gips dalam proses pengerasan akan terasa panas.
1) Bahan dan Alat Kerajinan Gips
Gips, cetakan dari plastisin, gelas, dan sendok, silikon rubber

2) Aneka Produk Kerajinan dari Gips
Produk kerajinan dari gips berupa patung figur miniatur, dan relief gips
                         https://goo.gl/images/19r6sF
3) Langkah-Langkah Pembuatan Kerajinan Teknik Cetak Tuang
Pembuatan model.
Sebelum model dibuat, sebaiknya buatlah sketsa, gambar model yang akan dicetak. Kemudian, aplikasikan ke dalam bentuk tiga dimensi. Jika acuan cetak dari bahan silicon rubber, model bisa dibuat dari plastisin atau tanah liat.
Pembuatan cetakan (acuan cetakan)
Salah satu bahan pembuat cetakan gipsum adalah silikon rubber. Silikon rubber adalah cairan berwarna putih kental seperti susu, berfungsi untuk membuat cetakan silikon.
pembuatan cetakan
  • Lumuri/oleskan model dengan anti lengket (PVA atau mirrorglaze)
  • Buat pembatas disekitar model supaya silikon ruber tidak tumpah saat. Bentuk seperti kolam sehingga membendung silikon rubber menenggelamkan model.
  • Setelah mengeras, lepaskan master dengan hati hati.
  • Jika permukaannya ada yang kurang rata potong dengan pisau atau gunting.
Pembuatan adonan gips 
Bubur gips dibuat dengan perbandingan 2 : 1, takaran 2 untuk gips dan 1 untuk air.
Proses mencetak
Pengeringan
Penghalusan

Sumber : http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-gips.html
http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-gips.html
http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-gips.html

Tugas Prakarya Labu - Kerajinan Getah Nyatu

Kerajinan Getah Nyatu


Hutan hujan tropis Kalimantan menyimpan beraneka flora yang telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat Suku Dayak. 
Diantaranya adalah pemanfaatan Pohon Nyatu. Pohon ini telah lama menjadi bahan baku pembuatan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.
Kerajinan tangan dari getah nyatu yang bahan dasarnya berasal dari pohon kayu nyatu yang merupakan tanaman khas dari Kalimantan Tengah khususnya Kabupaten Pangkalan Bun serta Kecamatan Bukit Tangkiling, Palangkaraya.
Pohon nyatu hanya bisa ditemukan di areal berawa di Kabupaten Pangkalan Bun serta Kecamatan Bukit Tangkiling.
Pohon nyatu merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan relatif cepat, dalam waktu enam bulan, pohon tersebut bisa tumbuh hingga 10 meter. Pohon nyatu yang berumur enam bulan ini oleh suku Dayak dipanen dengan cara mengambil getahnya.
Sampai jadi cinderamata  getah nyatu harus diolah melalui beberapa tahap. Awalnya, batang pohon yang sudah dipanen dipisahkan dari kulitnya. 
Batang kemudian direbus untuk mendapatkan getah yang baik, proses perebusan batang pohon nyatu dilakukan sebanyak tiga kali.
Perebusan pertama dilakukan dengan mencampurkan sedikit minyak tanah. Hal ini dilakukan untuk memisahkan batang pohon dengan getahnya.
Perebusan kedua menggunakan air untuk memisahkan getah nyatu dengan minyak tanah. Setelah getah pohon nyatu terkumpul, dilakukan perebusan terakhir untuk menambahkan warna pada getah tersebut.
Proses pewarnaan getah nyatu menggunakan bahan-bahan yang alami, seperti berbagai daun  dengan warna tertentu.
Setelah diberi warna, getah dibentuk  dilakukan ketika masih dalam keadaan panas. Getah pada suhu normal akan menjadi kering dan keras. 
Bentuk yang dibuat  perahu naga atau perahu burung tingang. Perahu burung tingang merupakan perahu yang menggambarkan suasana perang. 
sumber : http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-getah-nyatu_6.html
http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-getah-nyatu_6.html
http://novitanmr.blogspot.com/2019/01/kerajinan-getah-nyatu_6.html

Sunday, 6 January 2019

Tugas Prakarya Labu - Proses Produksi Bahan Lunak Alam Kulit

PROSES PRODUKSI
KERAJINAN BAHAN LUNAK ALAM


B.)KERAJINAN KULIT 
Kulit yang dihasilkan dari hewan seperti: sapi, kambing, kerbau, buaya, dan hewan lainnya dapat dijadikan sebagai bahan dasar kerajinan. Proses pembuatan bahan baku kulit cukup sederhana. Kulit hewan potong dicuci bersih terlebih dahulu, direntangkan, lalu dijemur langsung dengan sinar matahari hingga kering. Sesudah kering, kulit digosok (disamak)untuk menghilangkan bulu dan kotoran dengan menggunakan pisau penyayat. Kemudian kulit dicuci bersih dan dijemur kembali. Setelah itu, kulit baru dapat dipergunakan.
Proses pengeringan seperti ini dinamakan proses menyamak kulit mentah yang biasanya dipergunakan untuk pembuatan wayang kulit, kipas, hiasan, aksesori busana tari, dan sebagainya. Namun, ada lagi proses kulit yang disamak yang dapat dijadikan benda kerajinan seperti tas, sepatu, dompet. Teknik yang digunakan dalam membuat motif pada kerajinan wayang kulit adalah teknik pahat dan sungging. Namun, dikenal pula teknik lain untuk pembuatan kerajinan kulit seperti teknik rekat, jahit, tekan (press), dan teknik pahat.

sumber : http://devika26.blogspot.com/search?q=kulit

Tugas Prakarya Labu - Proses Produksi Kerajianan Bahan Lunak Keramik

     PROSES PRODUKSI KERAJINAN
 BAHAN LUNAK ALAM 


A. Keramik
Proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik, yaitu:

1. Pengolahan bahanTujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan antara lain pengurangan ukuran butir, penyaringan, pencampuran, pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 – 100 mesh.
Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.
Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, dimana hasil campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress.
Tahap terakhir adalah pengulian. Pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal.

2. Pembentukan
Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama dalam membentuk benda keramik: pembentukan tangan langsung (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).
Pembetukan tangan langsung
Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung, ada beberapa metode yang dikenal selama ini: teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling), dan teknik lempeng (slabbing).

Pembentukan dengan teknik putar
Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah: centering (pemusatan), coning (pengerucutan), forming (pembentukan), rising (membuat ketinggian benda), refining the contour (merapikan).

Pembentukan dengan teknik cetak
Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan; tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara: cetak padat dan cetak tuang (slip). 

1.Pengeringan 
Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik.
Untuk menghindari pengeringan yang terlalu cepat, pada tahap awal benda keramik diangin-anginkan pada suhu kamar. Setelah tidak terjadi penyusutan, pengeringan dengan sinar matahari langsung atau mesin pengering dapat dilakukan.

2.Pembakaran 
Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa
Biskuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700 – 1000oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. 

3.Pengglasiran
Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, disemprot, atau dikuas. Untuk benda-benda kecil-sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang; untuk benda-benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan.

sumber : https://mazgun.wordpress.com/2008/09/26/proses-pembuatan-keramik/
     

Tugas Prakarya Labu - Karakteristik Kerajianan Bahan Lunak

KARAKTERISTIK KERAJINANBAHAN LUNAK


1. Bahan Lunak Alam

Bahan lunak alam adalah bahan yang berasal dari tumbuhan dan
hewan atau lapisan bumi yang bersifat lunak.

a. Tanah Liat
-- Tanah liat memiliki warna yang beragam, tetapi semuanya
merupakan warna natural tanah, yaitu cokelat. Ada yang
berwarna cokelat muda, tua atau cokelat keabu-abuan, serta
cokelat keputihan. Setiap warna bergantung pada kandungan
dari masing-masing tanah tersebut. Tanah yang mengandung
kaolin lebih banyak akan berwarna lebih putih, stoneware lebih
kehitam/keabu-abuan, sedangkan earthenware lebih terlihat
cokelat kemerahan.
-- Tanah liat stoneware memiliki daya bakar hingga 1300OC,
sedangkan earthenware hanya sampai 900OC.
-- Tanah liat mudah hancur jika tidak melalui proses pembakaran.
Jika dibakar, jenis kerajinan ini disebut keramik.
-- Campuran tanah liat adalah air.
-- Pewarnaan tanah liat dapat dilakukan dengan glasir (pembakaran
tinggi hingga 1300OC), dapat pula hanya dibakar bisquit (900 OC)
lalu diberi warna cat langsung.

b. Kulit
-- Kulit berasal dari kulit hewan yang sudah tersamak sehingga
mudah dibentuk.
-- Kulit ada yang berwarna hitam, putih, cokelat ataupun krem,
sesuai dengan hewan yang dikuliti.
-- Kulit alami jika terbakar akan berbau sate.
-- Kulit tidak tahan air, jika terkena air akan merusak struktur kulit.

c. Getah Nyatu
-- Getah nyatu merupakan getah dari pohon nyatu yang berwarna
putih.
-- Warnanya yang putih memudahkan untuk diberi warna warni.
Warna yang digunakan berasal dari pewarna alam sehinga
warnanya pun natural tidak secemerlang warna buatan.
-- Jika ingin dibentuk, getah harus dimasak terlebih dahulu agar
lunak dan elastis.
-- Jika dipanaskan akan melunak, tetapi lama kelamaan akan
mengeras.

d. Flour Clay
-- Flour clay berasal dari adonan tepung yang dilumat hingga
kalis dan mudah dibentuk.
-- Flour clay juga dicampur dengan air.
-- Kerajinan dari flour clay tidak tahan air, karena jika terkena air
akan mudah rusak.
-- Pewarnaan flour clay dapat dilakukan dengan pewarna makanan
atau sintetis agar muncul warna-warna yang cemerlang.

2. Bahan Lunak Buatan

Bahan lunak buatan adalah sesuatu yang diolah manusia dari
bahan kimia dan paduannya, bukan asli dari alam dengan maksud
mendapatkan efek duplikasi bahan alam dan bersifat lunak.

a. Polymer Clay dan Plastisin
-- Polymer clay dan plastisin memiliki ciri-ciri yang serupa, memiliki
aneka warna yang cerah, dan bertekstur padat lunak.
-- Yang membedakan hanya pada polymer clay tidak mengandung
minyak, sedangkan plastisin mengandung minyak.
-- Pada saat pengeringan, polymer clay dapat mengeras, sedangkan
plastisin tetap seperti semula.

b. Fiberglass
-- Fiberglass memiliki struktur cair, dan jika mengering akan
mengeras.
-- Fiberglass juga dapat dibentuk ketika setengah mengeras.
-- Kerajinan fiberglass dibuat dengan cara dicetak/dicor.
-- Campuran fiberglass adalah katalis. Katalis inilah yang membuat
fiberglass dapat cepat mengeras.
-- Pewarnaan fiberglass dilakukan saat masih keadaan cair maupun
saat bahan mengering.
-- Fiberglass tahan lama dan kuat. Wujudnya bening sebening kaca
atau air, sehingga dapat dibentuk kerajinan yang menyerupai air.

c. Lilin dan Parafin
-- Lilin dan parafin berwujud padat, namun jika dipanaskan akan
mencair.
-- Pengolahan kerajinan dengan bahan lilin dan parafin dilakukan
dengan cara cetak/cor.
-- Pewarnaan dilakukan saat lilin mencair.
-- Lilin atau parafin dapat dicampur dengan aroma pewangi
tertentu untuk menambah sensasi saat digunakan.
-- Lelehan lilin atau parafin yang terbuang dapat dipanaskan dan
dicetak kembali.

d. Gips
-- Wujud bahan gips adalah bubuk, dicampur dengan air menjadi
adonan yang kental. Adonan inilah yang akan mengeras jika
didiamkan. Oleh karena itu, mengolah gips harus dengan cara
dicor atau dicetak.
-- Pewarnaan gips biasanya setelah produk jadi.
-- Gips mudah pecah sehingga harus berhati-hati saat berkarya
dengan bahan ini.

e. Sabun
-- Sabun berwujud padat sehingga dapat langsung diukir saat
padat.
-- Sabun dapat pula diparut/dihaluskan dan dibentuk seperti
flour clay.
-- Sabun yang didiamkan akan mengeras.
-- Pewarnaan sabun dilakukan dengan mempertahankan warna
sabun atau dapat pula ditambah biang warna saat sabun
dibuat adonan.

sumber : http://www.pakgurusaloom.site/2018/06/jenis-dan-karakteristik-kerajinan-bahan.html

Kekurangan Kerajinan Kulit - Tugas Prakarya Labu

Kekurangan kulit Harga produk kulit asli jauh lebih mahal dibanding bahan lainnya. Warna memudar dengan mudah jika terus terpapar sinar ma...