Konata Izumi Dancing かぼちゃ!!

Wednesday, 20 March 2019

Tugas Prakarya Labu - Kerajinan Bahan Limbah Keras Anorganik

Kerajinan bahan limbah keras anorganik 

Limbah keras anorganik yang dapat didaur ulang yaitu plastik,
pecahan keramik, pecahan kaca, dan potongan logam. Limbah-limbah
keras anorganik dapat dipilah-pilah sesuai kebutuhan. Jika dinilai tidak
layak pakai, limbah keras dapat dimusnahkan dengan cara peleburan,
dan pembakaran. Limbah yang masih layak pakai dapat dimanfaatkan
kembali menjadi karya kerajinan. Jika limbah sudah beralih manfaat
menjadi barang kerajinan, secara ekonomi nilainya akan meningkat.
Lakukanlah proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras anorganik
menjadi karya kerajinan, agar kita dapat membantu menyelesaikan
masalah polutan di lingkungan kita.

CONTOH SAMPAH ANORGANIK:
1. Botol plastik kemasan
2. Kaca
3. gelas plastik kemasan
4. kantung plastik
5. Bekas minuman kaleng
6. Helm bekas
7. HP rusak
8. Laptop rusak
9. bolpoin
10. ban karet
11. baterai
12. alumunium
13. kabel bekas
14. kaleng
15. jam tangan
16. bohlam lampu
17. peralatan elektronik
18. spidol
19. tali plastik
20. bekas bangunan

sumber : Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/13864701#readmore

Tugas Prakarya Labu - Kerajinan Bahan Limbah Keras

KERAJINAN BAHAN LIMBAH KERAS ORGANIK


1. Kerajinan Bahan Limbah Keras Organik
Bahan limbah organik keras dapat menghasilkan produk keraji-
nan yang memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Apalagi jika didesain
dengan inovasi yang selalu mengikuti perkembangan zaman. Produk
kerajinan yang telah jadi akan semakin bernilai jika diberi kemasan
yang baik dan menarik. Di bawah ini contoh produk kerajinan dari
limbah keras organik yang dapat menginspirasi pembuatan karya.

CONTOH SAMPAH ORGANIK :
1. Daun
2. Kayu
3. Kulit telur
4. Bangkai hewan
5. Bangkai tumbuhan
6. Kotoran manusia dan hewan
7. Sisa sayuran
8. Sisa manusia
9. Sisa makanan
10. Kertas
11. Kardus
12. Tisu
13. Ranting pohon
14. Rumput mati
15. Tahu tempe
16. Tulang
17. Bulu hewan
18. Buah-buahan
19. Taring
20. Kuku
sumber : Brainly.co.id - https://brainly.co.id/tugas/13864701#readmore

Tugas Prakarya Labu - Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras

JENIS DAN KARAKTERISTIK KERAJINAN BAHAN LIMBAH KERAS


 Limbah keras yang digunakan sebagai bahan dasar kerajinan dapat dibedakan menjadi dua jenis sebagai berikut.

1. Limbah Keras Organik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu. Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali sebagai produk kerajinan, tetapi diperlukan peralatan yang cu kup kuat untuk membantu dalam pengerjaannya.


Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras
2. Limbah Keras Anorganik   Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng. Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.

Limbah keras dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan. Proses recycle yaitu mendaur ulang limbah keras menjadi karya kerajinan dapat membantu menyelesaikan masalah lingkungan tersebut. Mulailah dari sekarang, untuk hidup yang lebih baik! Lakukanlah pengamatan terhadap gambar beberapa produk kerajinan dari limbah keras yang ada di ling ku nganmu.

sumber:http://kerajinanprakarya.blogspot.com/2018/01/jenis-dan-karakteristik-bahan-limbah.html

Tugas Prakarya Labu - Pengolahan Limbah Keras

Pengolahan Bahan Limbah Keras.

Produk kerajinan dari bahan limbah keras yang dimaksud yaitu limbah keras organik dan limbah keras anorganik. Banyak pengerajin yang sudah memanfaatkan limbah keras ini sebagai produk kerajinan dimana teknik pembuatannya pun bervariasi.

Proses pembuatan limbah produk kerajinan disetiap daerah tentu juga memiliki perbedaan dengan wilayah lainnya. Setiap daerah tentu punya ciri khas tersendiri dalam menciptakan kerajinan dimana hal ini disebabkan bahan limbah keras disuatu daerah juga berbeda dengan daerah lainnya. Limbah anorganik memiliki kecenderungan dihasilkan oleh kawasan industri dan domestik (rumah tangga) seperti diwilayah industri limbah keras yang pada umumnya menghasilkan puing logam dan pecahan kaca. Sementara limbah keras dari rumah tangga seperti plastik, dan tulang limbah pangan dan hewani.

Jenis, Karakteristik dan Pengolahan Limbah Keras
Pengolahan Limbah Keras 
  • Memilah dan memilih bahan limbah.
    Proses seleksi limbah keras perlu dilakukan sebelum memasuki proses produksi.

  • Pembersihan Limbah.
    Tentunya tidak semua limbah berada dalam kondisi bersih, bahkan lebih dinominasi oleh limbah yang kotor, maka perli adanya pembersihan dengan menggunakan detergen sebelum diolah.

  • Pengeringan.
    Setelah dibersihkan dengan detergen maka langkah selanjudnya adalah dikeringkan dengan cara konvensional menggunakan matahari langsung atau menggunakan lap kering yang dapat menyerap air dengan baik.

  • Pewarnaan.
    Proses pewarna pada bahan kerajinan dari limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dengan menggunakan kuas cat beserta catnya.

  • Pengeringan kembali.
    Tentunya setelah dicat maka perlu untuk dikeringkan kembali sama seperti dengan cara pengeringan setelah dicuci meski waktu yang digunakan sedikit lebih lama daripada pengeringan setelah dicuci dengan detergen.

  • Penghalusan bahan agar siap dipakai.
    Bahan limbah yang sudah kering, selanjudnya dapat di lakukan finishing agar mudah untuk diproses menjadi karya atau kerajinan. Proses finishing juga memiliki berbagai cara seperti dipotong, ditempa,dilem, gerinda dan diamplas.

Pengolahan melalui beberapa cara, yaitu : 

1. Sanitasi (Sanitary Landfill) : metode pengolahan sampah terkontrol dengan sistem sanitasi yang baik.
2. Pembakaran (Incineration) : sampah dibakar di dalam alat insinerator, hasil pembakaran berupa gas dan residu pembakaran.
3. Penghancuran (Pulverisation) : dilakukan di dalam mobil pengumpul sampah yang telah dilengkapai dengan alat pengaduk sampah.

Tugas Prakarya Labu - Prinsip Kerajinan Bahan Keras (Limbah)






Prinsip-prinsip ini dikenal dengan nama 3R, yaitu:

1.  Mengurangi (Reduce) Meminimalisir barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.

2. Menggunakan kembali (Reuse) Pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang sekali pakai, lalu buang.

3.  Mendaur ulang (Recycle) Barang-barang yang sudah tidak berguna didaur ulang lagi. Tidak semua barang bisa didaur ulang, tetapi saat ini sudah banyak industri kecil dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain contohnya kerajinan.

Upaya melaksanakan mendaur ulang limbah (Recycle) menjadi karya kerajinan tangan, berarti sudah dapat mengatasi masalah lingkungan yang mengganggu kehidupan. Selain itu dapat pula dimanfaatkan sebagai wadah penyaluran hobi keterampilan, kreatifitas, dan menumbuhkan jiwa wirausaha.



Sumber : Prakarya / Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- . Edisi Revisi Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. http://syafeiski.blogspot.com/2018/01/prinsip-kerajinan-bahan-limbah-keras.html







Sunday, 27 January 2019

Tugas Prakarya Labu - Contoh Produk Kerajinan (Intan - Novita - Vika)

Anggota Kelompok :
1. Intan Amalia Natalie 06/8A
2. Naura Rafa Ayu Devika Putri 13/8A
3. Novita Ananda Namira 24/8A


Keranjang Buah dari Bubur Kertas 

Bahan : 
1. Kertas koran 
2. Air
3. Lem kayu 
  
Alat : 
1. Baskom 
2. Gunting 

Cara Membuat :
1. Potong kertas koran menjadi kecil-kecil 
2. Lalu campur dengan air hingga rata
3. Pisahkan air dengan koran, diperas 
4. Koran yang sudah dipisahkan dengan air, campur dengan lem kayu
5. Bentuk koran menjadi keranjang buah.
6. Selesai, keranjang buah dari bubur kertas telah siap digunakan




Buah dari Sabun Batangan dan Plastisin/Clay

Bahan : 
1. Plastisin 
2. Sabun batangan 

Alat :
1. Cutter 
2. Penggaris 

Cara Membuat : 
1. Bentuk sabun batangan dengan menggunakan cutter 
2. Bentuk plastisin dengan menggunakan cutter dan penggaris
3. Buah dari plastisin dan sabun batangan siap untuk hiasan 



Sunday, 20 January 2019

Tugas Prakarya Labu - Bentuk-Bentuk Kemasan

Kemasan ialah bungkus yang berguna mencegah atau mengurangi terjadinya kerusakan kerusakan pada bahan yang dikemas atau yang dibungkusnya.

Tujuan pengemasan karya kerajinan, antara lain seperti berikut.

• Kemasan memenuhi syarat keamanan dan kemanfaatan.
• Kemasan melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.
• Kemasan dapat mendukung program pemasaran.
Melalui kemasan, identifikasi produk menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
• Kemasan merupakan suatu cara untuk meningkatkan laba perusahaan. Oleh karena itu perusahaan harus membuat kemasan semenarik mungkin.

Manfaat pengemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

• Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik, dan tahan terhadap kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
• Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya (ciri pembeda produk).
• Kemasan yang menarik dapat memikat dan menarik perhatian konsumen (menambah daya tarik produk).
• Kemasan dapat menambah nilai jual produk.

Jenis bahan kemasan karya kerajinan, antara lain sebagai berikut.

1.      Kemasan Kertas

produk kemasan kertas


Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yangpertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh, dan penggunaannya yang luas. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas adalah
sifanya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan. Berikut  contoh kemasan dari bahan kertas.

2. Kemasan Kayu

Kayu merupakan bahan pengemas tertua yang diketahui oleh manusia dan secara tradisional digunakan untuk mengemas berbagai macam produk padat seperti barang antik dan emas, keramik, dan kain. Kayu adalah bahan baku dalam pembuatan palet, peti atau kotak kayu di negara-negara yang mempunyai sumber kayu alam dalam jumlah banyak. Tetapi saat ini penyediaan kayu untuk pembuatan kemasan juga banyak menimbulkan masalah karena makin langkanya hutan penghasil kayu. Desain kemasan kayu bergantung pada sifat dan berat produk, konstruksi kemasan, bahan kemasan, dan kekuatan kemasan, dimensi kemasan, metode dan kekuatan.

produk kemasan kayu


Penggunaan kemasan kayu baik berupa peti, tong kayu atau palet sangat umum di dalam transportasi berbagai komoditas dalam perdagangan internasional. Pengiriman produk kerajinan seperti keramik sering dibungkus dengan peti kayu agar dapat melindungi keramik dari risiko pecah. Kemasan kayu umumnya digunakan sebagai kemasan tersier untuk melindungi kemasan lain yang ada di dalamnya. Dalam mendesain kemasan kayu, diperlukan proses alternatif dan bahan-bahan teknik yang tepat untuk membuat kemasan yang lebih ekonomis.

3. Kemasan Plastik

produk kemasan plastik


Kemasan yang paling banyak kita temui adalah kemasan plastik. Beberapa jenis kemasan plastik yang dikenal adalah polietilen, polipropilen, poliester, nilon, danvinil film. Enam puluh persen penjualan plastik yang ada di dunia menggunakan kemasan plastik polistiren, polipropilen, polivinil klorida, dan akrilik. Produk kerajinan banyak menggunakan kemasan plastik jenis akrilik. Akrilik adalah namakristal termoplastik yang jernih dengan nama dagang Lucie, Barex dan Plexiglas.

Beberapa sifat akrilikadalah kaku dan transparan, penahan yang baik terhadap oksigen dan cahaya, titik leburnya rendah. Akrilik banyak digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan keras, dan dahulu digunakan untuk gigi palsu dan kacamata. Berikut contoh kemasan dari bahan plastik. Produk karya kerajinan yang siap dipasarkan sebaiknya dikemas dengan baik agar terlihat lebih menarik dan terlindung dari kerusakan. Kemasan dibuat dengan memperhatikan jenis bahan dan bentuk produk kerajinannya

 Kemasan untuk produk kerajinan yang terbuat dari bahan alam dapat diberi silica antijamur yang dapat dibeli di toko kimia. Kemasan tidak hanya disiapkan untuk karya kerajinan yang dijual, tetapi juga karya kerajinan yang akan dipamerkan. Bahan untuk kemasan bisa dibuat dari bahan alam, maupun bahan sintetis. Misalnya karya keramik diberi kemasan kotak kayu, aksesori batu diberi wadah kotak dari kardus, perhiasan perak diberi wadah kotak berlapiskan bludru, dan sebagainya.

http://novitashindy.blogspot.com/2019/01/macam-macam-pengemasan-produk-kerajinan.html?m=1

Kekurangan Kerajinan Kulit - Tugas Prakarya Labu

Kekurangan kulit Harga produk kulit asli jauh lebih mahal dibanding bahan lainnya. Warna memudar dengan mudah jika terus terpapar sinar ma...